Wakil Presiden (Wapres) Boediono, mengatakan pemerintah akan menjadikan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sebagai produsen andalan. kakao nasional. "Saya kira de ngan potensi yang dimiliki dan perkembangan-nya selama ini, Sulbar akan dijadikan produsen andalan kakao nasional," katanya, saat melakukan temu wicara dengan petani kakao se-Sulbar di Kabupaten Mamuju, akhir pekan.
Wapres mengatakan impian menjadikan Indonesia sebagai produsen nomor satu dunia bisa diraih dengan kerja samayang dilandasi saling pengertian antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani "Impian itu memerlukan kerja keras dari kita semua. Antara lain dengan Gerakan Nasional Kakao yang telah dicanangkan tahun 2008 lalu dan ke depan Sulbar ditetapkan sebagai produsen andalan kakao nasional," katanya. Kalangan perbankan diminta mendukung Sulbar sebagai produsen andalan kakao nasional.
Senin, 21 Februari 2011
Harga Kedelai Rp 7.500 Ideal bagi Petani
Harga kedelai pada kisaran Rp 7.000-7.500 per kg dinilai ideal bagi petani. Pasalnya, selama ini petani tidak menikmati keuntungan yang semestinya sehingga produksi komoditas kacang-kacangan tersebut rendah.
Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny Kusbini menuturkan, harga kedelai impor di pasar dalam negeri Rp 5.000 per kg harus dipertanyakan, karena sudah mendapat subsidi habis-habisan dari pemerintahnya.
Selama ini, kata dia, produktivitas kede Iai nasional rendah, hanya 800 kg-1 ton per hektare (ha). Dengan harga Rp 7.500 per kg, petani hanya memperoleh penghasilan Rp 7,5 juta per ha, belum dipotong oleh biaya lainya sehingga petani tidak pernah sejahtera. Produktivitas kedelai lokal memang lebih rendah ketimbang Brasil atau Amerika yang mencapai 1,6 ton per ha.
Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny Kusbini menuturkan, harga kedelai impor di pasar dalam negeri Rp 5.000 per kg harus dipertanyakan, karena sudah mendapat subsidi habis-habisan dari pemerintahnya.
Selama ini, kata dia, produktivitas kede Iai nasional rendah, hanya 800 kg-1 ton per hektare (ha). Dengan harga Rp 7.500 per kg, petani hanya memperoleh penghasilan Rp 7,5 juta per ha, belum dipotong oleh biaya lainya sehingga petani tidak pernah sejahtera. Produktivitas kedelai lokal memang lebih rendah ketimbang Brasil atau Amerika yang mencapai 1,6 ton per ha.
Kamis, 17 Februari 2011
HMS Bantu Petani Melek Teknologi Informasi
Di era globalisasi seperti saat ini, komunikasi memegang peran penting untuk menunjang kinerja organisasi profesi dan dunia usaha. Tentunya ini membutuhkan sarana yang memadai untuk mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AM TI) sebagai organisasi yang beranggotakan berbagai elemen masyarakat di berbagai daerah menyadari pentingnya hal ini. Pemerataan informasi dan pemahaman pengetahuan yang baik dalam berbagai hal, khususnya seputar industri tembakau dan cengkeh, merupakan ke-butuhan yang penting untuk dipenuhi.
Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AM TI) sebagai organisasi yang beranggotakan berbagai elemen masyarakat di berbagai daerah menyadari pentingnya hal ini. Pemerataan informasi dan pemahaman pengetahuan yang baik dalam berbagai hal, khususnya seputar industri tembakau dan cengkeh, merupakan ke-butuhan yang penting untuk dipenuhi.
Menimbang Fasilitas Kredit Sektor Pertanian
Secara sektoral, penyerapan kredit untuk sektor pertanian masih kalah jauh dibanding serapan kredit ke sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran
Bahkan, jika pemerintah, perbankan dan regulator tidak memberi perhatian serius kepada sektor pertanian, cepat atau lambat tingkat serapan kredit ke sektor pertanian akan tergeser oleh sektor konstruksi yang tahun ini tengah memperoleh timing bagus.
Pertumbuhan kredit ke sektor konstruksi dipicu spirit pemerintah menggenjot sektor infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tentu membutuhkan dukungan sektor konstruksi.
Bahkan, jika pemerintah, perbankan dan regulator tidak memberi perhatian serius kepada sektor pertanian, cepat atau lambat tingkat serapan kredit ke sektor pertanian akan tergeser oleh sektor konstruksi yang tahun ini tengah memperoleh timing bagus.
Pertumbuhan kredit ke sektor konstruksi dipicu spirit pemerintah menggenjot sektor infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tentu membutuhkan dukungan sektor konstruksi.
BRI Pacu Kredit Agrobisnis
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyalurkan kredit kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II dengan total nilai Rpl,078 triliun.
Perjanjian kredit antara dua badan usaha milik negara (BUMN) itu diharapkan bisa mendorong upaya peningkatan produksi minyak kelapa sawit {crude paint oil/CPO) dan menuntaskan program revitalisasi industri gula nasional yang tengah dilakukan PTPN II.
Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syammengatakan pemberian fasilitas kredit kepada PTPN II ini merupakan bagian dari upaya BRI menumbuhkembangkan pembiayaan ke perusahaan BUMN, khususnya BUMN sektor perkebunan.
Perjanjian kredit antara dua badan usaha milik negara (BUMN) itu diharapkan bisa mendorong upaya peningkatan produksi minyak kelapa sawit {crude paint oil/CPO) dan menuntaskan program revitalisasi industri gula nasional yang tengah dilakukan PTPN II.
Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syammengatakan pemberian fasilitas kredit kepada PTPN II ini merupakan bagian dari upaya BRI menumbuhkembangkan pembiayaan ke perusahaan BUMN, khususnya BUMN sektor perkebunan.
Perberasan Nasional Mencemaskan
Pada tahun ini Indonesia diperkirakan menjadi negara pengimpor beras terbesar kedua di dunia. Padahal di 2009, untuk kelompok sepuluh besar pun Indonesia tidak termasuk. Demikian antara lain laporan Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang bertajuk Rice Outlook tertanggal 10 Februari 2011. Laporan tersebut dipublikasikan melalui laman daring resmi USDA.
Menurut laporan itu, Indonesia akan kembali masuk pasar perberasan dunia dengan mengimpor sebesar 1,75 ju ta ton pada tahun ini. Jumlah tersebut naik 800 ribu ton dari prediksi yang dilakukan USDA pada bulan sebelumnya. "Proyeksi dinaikkan setelah mempertimbangkan impor yang baru-baru ini dilakukan badan distribusi pangan pemerintah. Bulog," ungkap laporan USDA.
Menurut laporan itu, Indonesia akan kembali masuk pasar perberasan dunia dengan mengimpor sebesar 1,75 ju ta ton pada tahun ini. Jumlah tersebut naik 800 ribu ton dari prediksi yang dilakukan USDA pada bulan sebelumnya. "Proyeksi dinaikkan setelah mempertimbangkan impor yang baru-baru ini dilakukan badan distribusi pangan pemerintah. Bulog," ungkap laporan USDA.
Budi Daya Ikan di Lahan Sempit
Dengan metode baru, ikan gurami kini bisa dibudidayakan di lahan sempit, seperti di pekarangan atau sudut rumah. Anggapan bahwa budi daya gurami harus dilakukan di lahan sawah yang luas kini tinggal mitos.
Sekarang ini gurami bisa dikolamkan di lokasi apa pun, baik di desa maupun di kota, di kolam terpal, plastik atau bak. Dengan begitu, ikan gurami dapat dijadikan alternatif masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan di lahan sekitar tempat tinggalnya.
Sekarang ini gurami bisa dikolamkan di lokasi apa pun, baik di desa maupun di kota, di kolam terpal, plastik atau bak. Dengan begitu, ikan gurami dapat dijadikan alternatif masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan di lahan sekitar tempat tinggalnya.
Langganan:
Postingan (Atom)