Tampilkan postingan dengan label permodalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label permodalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2011

Menimbang Fasilitas Kredit Sektor Pertanian

Secara sektoral, penyerapan kredit untuk sektor pertanian masih kalah jauh dibanding serapan kredit ke sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran

Bahkan, jika pemerintah, perbankan dan regulator tidak memberi perhatian serius kepada sektor pertanian, cepat atau lambat tingkat serapan kredit ke sektor pertanian akan tergeser oleh sektor konstruksi yang tahun ini tengah memperoleh timing bagus.

Pertumbuhan kredit ke sektor konstruksi dipicu spirit pemerintah menggenjot sektor infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tentu membutuhkan dukungan sektor konstruksi.

BRI Pacu Kredit Agrobisnis

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyalurkan kredit kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II dengan total nilai Rpl,078 triliun.

Perjanjian kredit antara dua badan usaha milik negara (BUMN) itu diharapkan bisa mendorong upaya peningkatan produksi minyak kelapa sawit {crude paint oil/CPO) dan menuntaskan program revitalisasi industri gula nasional yang tengah dilakukan PTPN II.

Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syammengatakan pemberian fasilitas kredit kepada PTPN II ini merupakan bagian dari upaya BRI menumbuhkembangkan pembiayaan ke perusahaan BUMN, khususnya BUMN sektor perkebunan.